Pastinya kita pernah untuk tersenyum kan? Apabila ada yang baik bagi hati kita, kita kan tersenyum. Senyum juga mengungkapkan kepuasan batin yang telah sukses dalam mengusahakan atau menerima kesuksesan tersebut. Senyum juga perantara untuk membuat kita lega dan terhindarari yang namanya sakit hati.
Sebuah senyuman pastinya ada harganya kan? Kita tahu bahwa kita tersenyum untuk membuat orang lain bisa merasakan kepuasan tersendiri bagi hatinya. Kita tersenyum juga untuk mendamaikan hati seseorang yang melihat kita. Senyum adalah perantara yang baik untuk kelanggengan sebuah persahabatan dan persaudaraan. Karena senyum kita bisa membuat dunia bisa berwarna.
Saya ada cerita tentang diri saya sendiri. Baca yuk!
Sudah lama juga cerita ini saya simpan. Sekarang saya ingin menceritakannya kembali. Dulu itu, saya pernah bertanya begini,"senyum itu apa ya?". Saya pun mencari-cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang kata "senyum". Setelah bertemu, saya masih kurang mengerti. Saya bertanya lagi pada hati saya, sampai ke sekolah saya bertanya begitu. Tiba-tiba, di sekolah ada guru saya yang lagi berbicara dengan teman saya. Beliau merasa puas sekali dengan kerja teman saya. Saya perhatikan saja wajah beliau, sudut bibirnya terangkat, wajahnya memancarkan kelegaan dan kepuasan. Lalu, teman saya berkata,"manis ya senyum, Ibu!". Saya pun terperangah. Ternyata, yang bernama "SENYUM" itu ya keindahan yang dipancarkan dari bibir seseorang sebagai tanda di puas dan lega melihat sesuatu. Ada pula yang merasa senang dengan sesuatu yang dilihatnya, dia juga tersenyum.
Dari, cerita saya diatas. Saya membuat sendiri kesimpulan dan bertanya lagi. Begini pertanyaannya,"emang apa sih harga sebuah senyuman itu?". Saya pun mencari-cari solusi dan jawaban yang akan saya tampilkan dalam sebuah tulisan saya ini. Saya cari lagi disekolah, karena saya masih sekolah ya lingkungan umum saya sekolah. Ketika seorang teman saya merasa dirinya dicuekin bahkan tak didengar, dia marah besar sehingga tampangnya yang menakutkan itu terlihat jelas. Lalu, datang sahabat karibnya yang berasal dari kelas sebelah, dia bertanya apa penyebabnya si sahabatnya marah, setelah tahu. Dia hanya tersenyum dan memberikan nasehat yang baik. Alhasil, si sahabat yang marah tadi ikutan tersenyum bahkan sampai tertawa. Dia menyadari bahwa dia telah terbawa emosi. Sungguh menakjubkan!
Jadi, harga sebuah senyuman itu mahal tapi mudah untuk dijual. Mengapa tidak? Hanya dengan sunggingan sederhana dan ikhlas akan membuat harga senyuman tersebut menjadi mahal. Bahkan orang yang melihatnya terpana dan terenyuh hatinya untuk berteman dengan kita. Memang seorang sahabat sangat disarankan untuk membuat sahabatnya yang lain tersenyum. Karena senyum itu peng-abadi sebuah hubungan persahabatan.
Martha Syaflina
Menguntai Senyum Lewat Tulisan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar